Sekilas Sejarah Ambalan

Salam Pramuka....

Sejarah Dewi Pakungwati

Perkawinan Sang Pamanahrasa (Sri Baduga Maharaja) atau yang lebih dikenal dengan Siliwangi dengan Nyi Mas Subang larang, putri dari Ki Gedeng Tapa, memperoleh putera dan putri, yakni Walangsungsang,(Kian Santang) Rara Santang dan Rajasangara. Sang Pamanah Rasa mempersunting Nyi Mas Subanglarang setelah terlebih dahulu mengalahkan Raja Sakti Mandraguna dari wilayah Cirebon, yakni Amuk Murugul. Dengan demikian, baik dari Sirsilah ibu maupun ayah, Walangsungsang masih teureuh Niskala Wastukancana.

Subanglarang sebelum dipersunting Sang Pamanahrsa terlebih dahulu telah memeluk agama Islam. Ia pun alumnus dari Pesantren Quro yang didirikan oleh Syeh Hasanudin atau Syeh Quro (bukan Sultan Hasanudin). Menjadi tidak mengherankan jika putra-putrinya memeluk agama Islam dan direstui oleh Sang Pamanahrasa.

Bahwa memang ada cerita tentang keluarnya ketiga bersaudara tersebut keluar lingkungan istana Pakuan disebabkan ada perselisihan tahta antara Subanglarang dengan Kentring Manik Mayangsunda. Namun ada pula yang menceritakan bahwa keluarnya Walangsungsang dari lingkungan Pakuan bersama adiknya, Nyi Mas Rarasantang dilakukan dengan seijin ayahnya, sedangkan Rajasangara tetap berada dilingkungan Pakuan. Untuk kemudian tahta Pajajaran diteruskan oleh Surawiesa putra Sri Baduga dari Kentring Manik Mayangsunda. Bahkan ketika masih menjadi Prabu Anom Surawisesa, pajajaran mengadakan perjanjian dengan Portugis (1512 M) disebut-sebut perjanjian ini merupakan kali pertama yang di dokumentasikan dengan baik.

Yoseph Iskandar didalam bukunya menjelaskan, bahwa : pada suatu ketika, Walangsungsang bersama adik-adiknya meminta izin secara baik-baik kepada ayahandanya, untuk pergi ke Kerajaan Singapura (Cirebon). Alasan Walangsungsang dan adik-adiknya yang utama dikemukakan secara terus terang kepada ayahnya. Walangsungsang yang berstatus Tohaan (Pangeran), juga adik-adiknya, merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas dirinya sebagai putera-puteri Maharaja. Mereka merasa haus akan ilmu pengetahuan, terutama dibidang keagamaan. Ketika ibunya masih hidup, mereka ada yang membimbing, tetapi ketika ibunya telah wafat, di Pakuan tidak ada orang yang bisa dijadikan guru mereka. Tidak Ada lagi penenang batin yang memadai bagi mereka.

Sri Baduga Maharaja, ketika itu masih berstatus Prabu Anom, bahkan mertuanya (Prabu Susuktunggal) masih dibawah kekuasaan kakeknya, Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Sri Baduga Maharaja atau Prabu Anom Jayadewata, sangat maklum atas keinginan ketiga puterinya itu. Dengan berat hati ia hanya mengijinkan Walangsungsang dan Rara Santang, sedangkan Rajasangara dimohon tetap tinggal di Pakuan.


Selasa, 22 November 2011

Gerakan Pramuka SMK Nuha Losari


PESAN TERAKHIR_KU UNTUKMU


WAHAI ADIK DIDIK_KU

JIKA KAMU PERNAH MENDENGAR ATAU MELIHAT SANDIWARA PETER PAN, MAKA KAMU AKAN MENDENGAR ATAU MELIHAT MENGAPA PEMIMPIN BAJAK LAUT SELALU MEMBUAT PESAN-PESANNYA SEBELUM MENINGGAL, KARENA DIA TAKUT KALAU-KALAU TIDAK AKAN SEMPAT LAGI MENGELUARKAN ISI HATINYA JIKA SAAT IA MENUTUP MATANYA TELAH TIBA.
DEMIKIAN HALNYA DENGAN DIRIKU MESKIPUN WAKTU INI AKU BELUM MENINGGAL, NAMUN SAAT ITU AKAN TIBA JUGA BAGIKU. OLEH KARENA ITU, AKU INGIN MENYAMPAIKAN KEPADAMU SEKEDAR KATA PERPISAHAN UNTUK MINTA DIRI .

INGATLAH ……
INI ADALAH PESAN YANG TERAKHIR BAGIMU. OLEH KARENA ITU


RENUNGKANLAH …!!!
HIDUPKU ADALAH SANGAT BAHAGIA DAN HARAPANKU MUDAH-MUDAHAN KAMU SEKALIAN MASING-MASING JUGA MENGENYAM KEBAHAGIAAN DALAM HIDUPMU SEPERTI AKU. SAYA YAKIN BAHWA TUHAN MENCIPTAKAN KITA DALAM DUNIA YANG BAHAGIA INI UNTUK HIDUP BERBAHAGIA DAN BERGEMBIRAKEBAHAGIAAN TIDAK TIMBUL DARI KEKAYAAN, TIDAK JUGA DARI JABATAN YANG MENGUNTUNGKAN, ATAUPUN KESENANGAN BAGI DIRI SENDIRI. JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN ADALAH MEMBUAT DIRIMU LAHIR DENGAN BATHIN SEHAT DAN KUAT PADA WAKTU KAMU MASIH ANAK-ANAK, SEHINGGA KAMU DAPAT MENIKMATI HIDUP, JIKA KAMU KELAK TELAH DEWASA.

USAHA  MENYELIDIKI ALAM AKAN MENIMBULKAN KESADARAN DALAM HATIMU, BETAPA BANYAKNYA KEINDAHAN DAN KEAJAIBAN YANG DICIPTAKAN TUHAN DI DUNIA INI SUPAYA KAMU DAPAT MENIKMATINYA.
LEBIH BAIK MELIHAT KEBAGUSAN-KEBAGUSAN SUATU HAL DARI PADA MENCARI KEJELEKAN-KEJELEKANNYA. JALAN NYATA MENUJU KEBAHAGIAAN ADALAH MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN. BERUSAHALAH AGAR KAMU DAPAT MENINGGALKAN DUNIA INI DALAM KEADAAN YANG LEBIH BAIK DARI PADA TATKALA KAMU TIBA DIDALAMNYA, DAN BILA GILIRANMU TIBA UNTUK MENINGGAL, MAKA KAMU AKAN MENINGGAL DENGAN PUAS, KARENA KAMU TIDAK MENYIA-NYIAKAN WAKTUMU, AKAN TETAPI KAMU TELAH MEMPERJUANGKAN SEBAIK-BAIKNYA, SEDIALAH UNTUK HIDUP DAN MENINGGAL DENGAN BAHAGIA. MASUKANLAH FAHAM ITU SENANTIASA DALAM JANJI PRAMUKAMU, MESKIPUN KAMU BUKAN KANAK-KANAK LAGI DAN TUHAN AKAN BERKENAN MEMBRIKAN KARUNIA PERTOLONGAN PADAMU DALAM USAHAMU.


TEMAN_MU,

Kang i2k Al_farist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar