Pekerjaan Pandu
(Cerita Api Unggun no. 1)
Mafeking, Sebuah kota di AfrikaSelatan telah dikepung bangsa Boer tahun 1899-1900.
Berkat kegigihan dan ketabahan penduduk kota tersebut, kota Mafeking dapat mempertahankan diri dan selamat dari pengepungan .
Lord Edward Cecil, telah mengumpulkan remaja-remaja pria untuk membantu jalannya peperangan, sebagai kadet-kadet pembawa berita, penjaga dan sebagainya.
Sersan Mayor Korps Wayner Goodyear, yang juga disebut sebagai pandu yang pertama.
Apa yang dikerjakan oleh Pandu
(Cerita Api Unggun no. 2)
Woodcraft, adalah pengetahuan tentang binatang-binatang dan alam. Dalam mempelajari bermacam-macam binatang dan tumbuhan, mulai dari jejaknya, bagaimana cara hidupnya, bagaimana cara membuat sarangnya, dan sebagainya.
Harus pula diingat, setiap pandu harus bersifat kesatria, artinya menjaga kehormatan dirinya. Tak akan berdusta atau mencuri. Setia kepada Tuhan, Negara dan Bangsa. Hormat dan santun kepada wanita, anak-anak dan orang-orang yang lemah,mereka juga suka menolong.
Patriot berasal dari kata Patria yang berarti orang yang cinta Tanah Air. Para patriot itu bukan hanya para prajurit atau pejuang yang berperang untuk negara saja. Tetapi para Dokter, Perawat, Insinyur, Guru, Dosen, Pelajar, atau bahkan petani sekalipun bisa disebut Patriot.
Terdapat pula cerita tentang terjadinyapembunuhan di Elsdon, yang mengisahkan sebuah cerita tentang pengalaman seorang anak gembala yang berkat ketabahan dan keberanianya (Robert Hindmarsh-si gembala) berhasil menangkap sipembunuh yang benama Willie Winter yang telah merampok serta menganiaya seorang perempuan tua bernama Margaret Cruozier hingga tewas. Si Penjahat lalu dihukum gantung di kota Newcastle.
Menjadi pandu
(Cerita Api Unggun no. 3)
Semboyan pandu ialah : " SEDIA", yang berarti kamu harus selalu siap sedia baik jiwa maupun raga akan kewajiban.
Lencana pandu berbentuk ujung panah yang menunjukan Utara pada peta atau kompas. Lencana pandu selalu menunjukan jalan melakukan kewajiban dan arah yang benar.
Ketiga ujung anak panah mengingatkan kamu kepada ketiga janji pandu (Trisatya).
Seragam pandu (Uniform) yang dipakai setiap saat ini di banyak Negara, hampir serupa dengan yang dipakai oleh para Polisi Afrika Selatan.
Regu Pandu
(Cerita Api Unggun no. 4)
Tiap-tiap pasukan itu terdiri dari 4 regu. Masing-masing regu terdiri dari 8 sampai 10 orang anggota. Setiap regu mempunyai seorang pemimpin regu.
Lagu perang pandu adalah lagu yang biasa dinyanyikan oleh suku Zulu, judulnya EENGONYAMA (ceritanya adalah dia adalah singa).
Hidup di Alam Bebas
(cerita Api Unggun no 5)
Suku Bangsa terhalus di Afrika Selatan
menurut BP adlah orang-orang Zulu. Remaja Suku Zulu belumlah dianggap
dewasa apa bila belum berhasil menghadapi semacam ujian. Anak tadi,
tidak diberi pakaian hanya dibekali sebuah perisai dan sebatang tombak
untuk mempertahankan diri. Seluruh tubuhnya diberi sejenis pewarna
berwarna putih, warna ini tidak akan hilang selama sebulan lamanya, lalu
anak tadi dilepas ke hutan. Selama 1 bulan anak itu harus bersembunyi
dan hidup dihutan. Apa saja yang dilakukannya adalahpekerjaan-pekerjaan
yang akhirnya mengilhami kegiatan para pandu, misalnya:
- Anak itu harus bisa
mengikuti jejak-jejak rusa/binatang lain, dan mendekatinya untuk bisa
menombaknya. Rusa itu bisa dimakan, dan kulit rusa itudapat digunakan
untuk pelindung/pakaian.
- Anak itu harus bisa menyalakan/membuat api dari 2 buah tongkat atau ranting kayu.
- Anak itu harus pula
menjaga jangan sampai apinya mengeluarkan banyak asap, agar tidak
terlihat oleh musuh atau orang-orang yang memburunya.
- Anak itu harus berani menghadapi singa atau binatang buas lainnya.
- Anak itu harus pandai berlari jarak jauh, memanjat pohon dan berenang disungai agar lolos dari orang /hewan yang mengejarnya .
- Anak itu harus tau tumbuh-tumbuhan mana yang dapat dimakan atau yang beracun.
- Anak itu harus bisa mendirikan gubuk sendiri.
- Anak itu harus selalu menjaga, supaya ia jangan sampai meninggalkan bekas/jejak.
Selama 1 bulan, anak itu harus selalu hidup demikian. Setelah warna buatan pada tubuhnya hilang, dia baru boleh kembali ke sukunya, dan disambut merih bagaikan seorang pahlawan.
Bukan hanya suku Zulu saja, tetapi banyak suku suku bangsa lainya diseluruh dunia, yang memperlakukan ujian-ujian keberanian kepada remaja-remajanya sebelum memasuki dunia "dewasa" seperti suku Yaghan di Amerika Selatan, Suku Nias di Sumatera, Seseorang remaja telah dianggap dewasa jika telah dapat melompati sebuah batu yang cukup tinggi.
Bill Hilton (orang Kanada) menulis buku My Sixty Years In The Plains (enam puluh tahun hidupku dipadang rumput), yang menggambarkan betapa bahayanya hidup para perintis (Pioneer) zaman dahulu, yang penuh dengan kejadian-kejadian serta pengalaman-pengalaman (avontuur).
Theodore Roosevelt, salah seorang presiden AS percaya juga akan cara hidup diluar alam (alam terbuka), sepulangnya dari berburu di Afrika Timur, ia memeriksa pandu-pandu di London, dan ia sangat kagum dengan kegiatan para pandu.
Pandu-pandu baru disebut Tenderfoot. Para penunjuk jalan bangsa Inbdian, yaitu orang yang ulung menemukan jejak/jalan, disebut Fathfinder. Sebutan itu adalah sebuah kehormatan besar. Pengetahuan tentang satu daerah disebut dengan Eye Of the Country.
Pandu Laut dan Pandu Udara
(Cerita Api Unggun no. 6)
Menurut BP, pahlawan yang paling besar adalah para pelaut-pelaut penolong kapal-kapal yang karam di sepanjang pantai samudera-samudera. Dan sewaktu badai yang sangat berbahaya, mereka senantiasa bersedia berangkat serta memberanikan diri menolong hidupo orang lain (padahal diri merekapun berada dalam bahaya).
Setiap pandu wajib belajar dan bisa berenang, begitu pula menggunakan perahu. Demikian pula pentingnya para pandu udara. Mereka yang bertugas dipelabuhan-pelabuhan udara, sangat berjasa dalam menyelamatkan manusia.
Tanda-tanda dan Aba-aba
(Cerita Api Unggun no. 7)
Sewaktu masa aktifnya diketentaraan, BP sudah sering atau bisa menggunakan bahasa-bahasa rahasia atau tulisan tersembunyi. yang nantinya disebut sandi.
Memberikan tanda berharga sekali untuk diketahui, kegunaanya banyak sekali. jika ada banjir ditempat yang jauh, kita bisa mengirimkan atau menerima tanda.
Suku-suku bangsa dulu, suku memberi tanda dengan asap, kentongan, gong, tambur, alat tiup, gendang dsb. Pengirim tanda dengan sinar disebut Heliograph.
Pioneering
(Cerita Api Unggun no. 8)
Perintis-perintis atau pioneers (kaum pioneering ini terkenal pada masa perpindahan penduduk besar-besaran dari Eropa ke Amerika pada abad ke-18 dan 19 lalu). Zaman dahulu adalah orang-orang yang pergi lebih awal (team pendahulu) guna membuka jalan di rimba/daerah baru untuk mereka yang akan datang menyusul dikemudian hari.
Pioneering adalah kegiatan-kegiatan para perintis seperti membuat jembatan,menara pandang/intai, rumah sementara hingga benteng. Kegiatan pioneering ini membutuhkan keahlian menggunakan simpul dan ikatan (tali temali), juga alat-alat seperti kapak, gergaji dsb.
Bivak ialah gubug yang paling sederhana/darurat. Seorang pandu harus dapat membuat tenda sederhana seperti yang biasa dilakukan para perintis atau suku-suku primitif jika harus bermalam ditempat terbuka.
Perkemahan
(Cerita Api Unggun no 9)
Perkemahan menetap disebut Standing Camp, perkemahan berpindah-pindah disebut Safary Camp. Tenda Ridge adalah tenda berdinding. Sedang yang beratap ganda disebut Double Deck.
Baden Powell sudah terbiasa hidup dialam terbuka dan tidur hanya beralaskan tanah, beratapkan langit.
Baden Powell sangat menganjurkan para pandu untuk dapat dan terbiasa melakukan berkemah. Tidak ada yang sulit dalam berkemah, kalau kita sudah terbiasa.
Memasak di Perkemahan
(Cerita Api Unggun no. 10)
Sudah barang tentu setiap pandu harus bisa memasak diperkrmahan jika tidak, pandu-pandu akan mengalami kelaparan dan sakit. Hal tersebut bisa membahayakan diri.
Mengikuti Jejak
(Cerita Api Unggun no. 11)
Sign atau tanda-tanda adalah perkataan yang dipergunakan oleh pandu untuk menerangkan hal-hal kecil yang penting. Seperti bekas kaki, cabang-cabang dahan yang patah, rumput yang terinjak, sisa-sisa makanan, titik tetesan darah, rambut dan sebagainya, sesuatu yang dapat digunakan sebagai kunci untuk mencari keterangan atau jawaban yang dicari.
Mengikuti Jejak 2
(Cerita Api Unggun no. 12)
Di Afrika Selatan istilah mencari jejak disebut Spooring.
Di India istilah mencari jejak disebut Pugging sedangkan di Amerika disebut Trailing atau Tracking.
Membaca Tanda-tanda atau Dedukasi
(Cerita Api Unggun no. 13)
Apabila seorang pandu telah belajar tanda-tanda, kemudian ia harus belajar menghubung-hubungkan tanda ini dan tanda itu, dengan demikian ia dapat mengerti maksud dari apa yang telah dilihatnya. Metode demikian disebut Dedukasi.
Para gembala lembu di Amerika Selatan Disebut Gauchos.
Menyembunyikan Diri-mengendap
(Cerita Api Unggun no. 14)
Jika akan memperhatikan sesuatu, kita harus mendekatinya dengan hati-hati agar tidak terlihat. Kegunaan mengendap banyak sekali. Seorang pandu juga harus dapat menyamar.
Binatang-binatang
(Cerita Api Unggun no. 15)
Pandu-pandu harus dapat menirukan bunyi-bunyi binatang. Mengenal hidup dan kebiasaan binatang, bagaimana ciri-cirinya. Banyak buku tulis tentang binatang antara lain William Long yang telah menulis Schools Of The Words.
Hewan-hewan kesayangan Baden Powell adalah seekor Macan Tutul dan seekor Babi Hutan Kecil. Ornithologist artinya orang yang mempelajari burung-burung. Perhatikanlah bagaimana burung membuat sangkar atau sarang. Selain itu setiap pandu harus bisa menangkap atau memancing ikan. Perhatikanlah sekelilingmu, apakah ada bahaya gigitan ular, atau serangga. Bagaimana cara berternak atau memelihara binatang yang baik dan berguna.
Tumbuh-tumbuhan
(Cerita Api Unggun no. 16)
Seorang pandu jika berada di rimba,maka harus mengetahui pohon-pohon yang berfaedah. Pandu juga harus bisa menjaga hutan, banyak buah-buahan dapat dimakan, macam-mcam biji-bijian, ubi-ubi, kulit kayu atau dedaunan yang dapat dimakan.
Bagaimana Supaya Kuat
(Cerita Api Unggun no. 17)
Pepatah Pandu adalah " Jangan Bilang Mati sebelumkamu mati ". Kalau sungguh-sungguh dijalankan, akan terhindarlah kita dari bahaya yang mengancam. Itu berarti satu campuran dari keberanian, kesabaran dan kekuatan, yang kita sebut keuletan, banyak sekali latihan-latihan gerakbadan, seperti senam dan sebagainya.
Kebiasaan Sehat
(Cerita Api Unggun n0. 18)
Pesan Baden Powell :
Jagalah kebersihan badanmu, jangan merokok, jangan minum-minuman keras yang memabukan, biasakanlah bangun pagi, selalu riang dan tersenyum dan jagalah kesucianmu.
Orang Aborigin mempunyai kebiasaan melatih tubuhnya dengan tombak (lembing) yang disebut Assegai.
Mencegah Penyakit
(Cerita Api Unggun no. 19)
Ada pepatah mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Penyakit tersebut biasanya ada dimana-mana, baik diudara, di air atau terkena melalui sentuhan atau kontak langsung. Janganlah meludah disembarang tempat, waktu tidur yang cukup dan tempat yang baik.
Kebanyakan penyakit diakibatkan karena terlalu banyak makan yang tidak baik, cara memakai pakaian yang tidak baik.
Sikap Kesatria
(Cerita Api Unggun no. 20)
Kisah Kesatria (Knight) dimulai pada zaman raja Arthur, seorang raja yang bijaksana pemimpin para kesatria yang dikenal dengan sebutan Kesatria Meja Bundar (kurang lebih 1600 tahun yang lalu)
St. George dianggap sebagai pelindung atau tokoh suci para kesatria, karena keberanianya. Semua pandu harus tahu riwayatnya. Menurut cerita St. George menyelamatkan seorang putri dari sekapan seekor naga raksasa. Hari St. George diperingati setiap 23 April.
Semboyan kesatria :
- Selalu waspada, walau disaat istirahat
- Dapat dipercaya
- Melindungi orang miskin dan lemah
- Menolong orang-orang yang tidak bisa melindungi diri
- Jangan melukai atau menghina orang lain
- Bersedia untuk bertempur demi negaranya
- Sedia untuk bekerja keras
- Lebih baik mati terhormat, dari pada hina dina.
Semboyan kesatria ini yang akhirnya mengilhami undang-undang pandu (Dasadarma). Seorang kesatria harus menjauhkan diri sendiri, bersedia berkorban, juga ramah tamah, bermurah hati, tidak menerima pesanan (pamrih).
Kesopanan dijunjung tinggi, sopan kepada wanita, serta selalu melindungi anak-anak. Seorang Kesatria juga mengucapkan terima kasih.
Memperbaiki Diri
(Cerita Api Unggun no. 22)
Tidak seorangpun disebut sungguh-sungguh utama, kecuali jika ia percaya kepada Tuhan serta selalu menjalankan perintah_Nya sera meninggalkan atau menjauhi larangan_Nya.
Pandu itu harus hemat atau tidak bersifat royal atau boros. Seorang pandu selalu berusaha mencari dana atau uang secara bersama-sama untuk keperluan bersama.
Jauhkan kata "TIDAK" dari perkataan "TAK MUNGKIN" sehingga semuanya menjadi mungkin untuk dikerjakan.
Menyelamatkan Hidup-Kecelakaan
(Cerita Api Unggun no. 23)
Para kesatria jaman dahulu ada yang disebut kesatria rumah sakit karena memiliki rumah sakit untuk merawat orang-orang sakit yang berasal dari orang-orang miskin.
Kecelakaan itu sering terjadi, dan para pandu akan selalu mempunyai kesempatan untuk memberi pertolongan yang pertama. Kita semua menghargai siapa pun, yang menyelamatkan jiwa orang lain, meskipun jiwanya sendiri terancam. Yang demikian adalah seorang pahlawan.
Ingatlah semboyan pandu " SEDIA ".
Bersedialah untuk menghadapi kecelakaan-kecelakaan, dengan terlebih dahulu harus belajar atau berlatih tentang apa yang harusnya dikerjakan jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan.
Kewarganegaraan
(Cerita Api Unggun no. 24)
Tiap-tiap pandu harus mempersiapkan diri untuk menjadi warga negara yang baik bagi negerinya.
Catatan BOYMAN :
Beginilah cara pandu saling bersalaman.
Menggunakan tangan kiri. Sementara tangan kanannya memberi hormat pandu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar